Jumat, 26 April 2019

VIRTUAL COORDINATOR TRAINING (VCT) - SEAMEO SEAMOLEC

 

  

Virtual Coordinator Training (VCT)

Oleh : UNDANG IMAN SANTOSA
            SMK Negeri 1 Cugenang, Kab. Cianjur


Menurut Priowirjanto (2013) Pembelajaran yang berbasis teknologi diselenggarakan dalam berbagai pola, yang pada dasarnya mengandalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi melalui audio/video, TV dan pembelajaran dengan menggunakan media computer dan internet. Pembelajaran dengan menggunakan media computer dan internet merupakan salah satu alternative yang sangat potensial, dimana kebutuhan pendidikan yang telah mengglobal menuntut adanya percepatan dan perluasan akses yang tak terbatas. Dengan konsep tersebut kedua pihak yakni penyelenggara dan peserta memperoleh kemudahan antar peserta dapat berbagi dan berkolaborasi dalam penyelesaian tugas maupun belajar bersama,serta dapat mengakses informasi tekait materi pembelajaran dari penyelenggara. Semua hal tersebut dapat dilakukan tanpa harus memperhatikan ketersediaan tempat pelaksanaan pelatihan dan waktu yang tersedia,karena waktu untuk pelatihan online selalu dibuat fleksibel.

Model peningkatan kapasitas dan kemampuan guru abad 21 yang merupakan era digital harus disesuaikan dengan kondisi kekinian, yaitu bersentuhan dengan dunia digital. Untuk itulah SEAMEO (Organisasi Kementerian Pendidikan se-Asia Tenggara) mencetuskan inovasi pelatihan bagi guru bernama Virtual Coordinator Training biasa disingkat VCTPelatihan ini bersifat Daring (online) menggunakan model video conference berbasis aplikasi Webex. Pelatihan ini bertujuan agar guru mampu terlibat dalam pelatihan guru berbasis online, baik sebagai narasumber, moderator dan host

Alur Virtual Coordinator Training (Seamolec)

Tahapan pelatihan VCT secara singkat meliputi :
1.        Peserta diberikan materi singkat mengenai program peningkatan kapasitas guru
2.        Peserta diberikan materi mengenai pengoperasian Sisco Webex, sebagai platform yang digunakan dalam pelatihan VCT.
3.        Peserta diberikan juga materi-materi pengaya, seperti misalnya google form, google drive, aplikasi recording, aplikasi membuat flyer, power point, pengelolaan akun youtube, shorten link.
4.        Peserta mulai melaksanakan tugas, yaitu: 2 kali sebagai Narasumber, 2 kali sebagai Moderator, dan 2 kali sebagai Host.
5.        Penerbitan sertifikat
6.        Peserta pelatihan VCT yang lulus diharapkan menimplementasikan di sekolahnya, MGMP, komunitas guru, Seminar online, dan pengembangan diri lainnya.

Kamis, 25 April 2019

PENGAMALAN INDAH MENGIKUTI VCT BATCH 3

Pengalaman Mengikuti Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 3
Oleh : Undang Iman Santosa
SMK Negeri 1 Cugenang, Kab. Cianjur

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pengalaman saya  mengikuti kegiatan VCT yang diadakan oleh SEAMEO (South East Asia Minister of Edication Organization). Awalnya saya diberi informasi melalui surat undangan VCT dari Disdik Provinsi Jawa Barat.   Walaupun diprioritaskan undangan VCT ini untuk guru, tetapi saya sebagai Kepala Sekolah SMK selalu tertantang dengan hal-hal yang up to date terutama aplikasi teknologi digital untuk memajukan pendidikan dan apalagi penyelenggaranya SEAMEO/SEAMOLEC yang sudah saya kenal lama melalui inovasi-inovasinya dalam pengembangan bahan ajar berbasis digital, penerapan  teknologi  digital dalam e-learning, seminar online, pendidikan jarak jauh, dsb. Saya juga berprinsip bahwa Kepala Sekolah harus lebih melek digital dan menjadi role model dalam penerapan literasi informasi digital di Sekolah.


Saya mendaftar VCT Batch 3 secara online dan kemudian dimasukkan ke grup WA  kelompok VCI 76 Jabar 8 Class 7 Jawa Barat yang berjumlah 25 peserta. Instruktur grup ini adalah Ibu Funikawati. Saya mulai aktif di grup WA dengan menyimak diskusi-diskusi kecil melalui chating-an teman-teman baru. Walaupun belum kenal dan bertatap muka, tetapi karena memiliki semangat dan tujuan yang sama ingin belajar VCT maka kami langsung akrab saling bertanya dan berdiskusi dengan di bantu instruktur yang baik dan hebat. Kami mulai belajar dasar-dasar vicon berbasis webex. Walaupun tetap masih binngung dan masih pesimis terhadap VCT ini. Malahan sudah mulai ada yang left dari grup WA, hal ini bagi sebagian teman di grup membuat mereka down, galau untuk melanjutkan partisipasi di VCT padahal baru mulai. Tetapi buat saya ini tantangan dan semakin memotivasi untuk bertahan.

Pada awal kegiatan dibuka dengan Vicon penjelasan umum oleh Pa Gatot (Ketua Penyelenggara VCI). Alhamdulillah dengan penjelasan pa gatot saya mulai memahami alur dan strategi kegitan VCT. Pada tahap selanjutnya saya mulai mendaftar untuk penjadwalan tugas sebagai Host, Presenter dan Moderator. Selanjutnya saya mencoba dan belajar dengan bantuan teman dan instruktur untuk menjadi host, melatih share link presensi, mencoba share screen, menyiapkan bahan presentasi, mendisain Flyer, menyusun Narasi menarik, recording, membuat presensi online, upload youtube dan, shorthen link.

Pada tugas petama masih merasa kesulitan  dan belum percaya diri dan ditambah kualitas jaringan internet tidak konsisten. Sehingga tugas sebagai narasumber dilaksanakan belum secara optimal, tetapi pada tugas kedua alhamdulillah semakin menarik dan bersemangat dan tugas dapat dilaksanakan dengan mantap dan lancar. Saya merasakan VCT merupakan ilmu  b aru, teknologi aplikatif yang menarik dan sangat penting diterapkan di sekolah untuk me-manage guru tendik dan administrasi sekolah lainnya secara digital.

Alhamdulillah setelah bekerja keras meluangkan waktu, belajar dan bersinergi dengan instruktur dan teman-teman satu grup, akhirnya atas ijin Alloh SWT saya berhasil menyelesaikan VCT selama kurang lebih 2 minggu (4-16 Maret 2019), diakhiri dengan terbitnya sertifikat pelatihan VCT dari Seamolec.

Sesuai komitmen dan tekad saya untuk mengaflikasikan hasil VCT ini di sekolah pada akhir maret 2019 saya mulai mensosialisasikan kepada warga SMK Negeri 1 Cugenang Kab. Cianjur tentang VCT. Walaupun dengan pengetahuan VCT yang masih belum cukup tapi saya ingin segera mengamalkan ilmu yang baru di dapat dari hasil VCT, khususnya pada guru – guru kami. Saya membentuk panitia kegiatan VCT di sekolah kami dan bekerja sama dengan Tikomdik Disdik Prov. Jabar untuk memberi pelatihan calon instruktur VCT.

Setelah memiliki kesiapan instruktur dan Staf Administrasi pendukung VCT, maka pda 2 April 2019 kami memulai kegiatan VCT di tingkat SMKN 1 Cugenang. Kegiatan dimulai penjelasan umum selama 2 hari menghadirkan secara online Pa Abur sebagai Narasumber dari Tikomdik. Guru-guru kami mengikuti kegiatan ini dengan penuh  semangat, kompak dan antusias. Walaupun dalam perjalanannya banyak hambatan terutama keterbatasan fasilitas dan kesibukan guru menjalankan tugas sekolah, tetapi alhamdulilah kegiataan VCT dapat diselesaikan. VCT di sekolah kami berakhir 20 April 2019. Penerbitan sertifikat  bekerja sama dengan Tikomdik Disdik Prov, Jabar.

Terima kasih Disdik, Seamolec, teman-teman VCT dan instruktur-intruktur yang hebat. Jazakumulloh khoiron katshiro.

Cianjur, 17 April 2019
Penulis

  KONSEP BUDAYA KERJA INDUSTRI BAGI LULUSAN SMK Oleh: Undang Iman Santosa *) *) Kepa...