Jumat, 26 April 2019

RENCANA PROGRAM VIRTUAL COORDINATOR TRAINING (VCT) SMKN 1 CUGENANG - CIANJUR 2019




SMK NEGERI 1 CUGENANG (NECZA)
Capacity Building  of Virtual Coordinator’s

RENCANA PELAKSANAAN VCT DI SMKN 1 CUGENANG - CIANJUR

Menuju Kompetensi Abad 21 
Bagi Guru Hebat NECZA

4 – 11 APRIL 2019
Kampus SMK Negeri 1 Cugenang, Desa Sarampad, Kec. Cugenang, Kab, Cianjur

                                                              
1.      LATAR BELAKANG

Untuk menghadapi era Revolusi Industry 4.0 guru saat ini dituntut memiliki kompetensi pembelajaran abad 21, yaitu kompetensi 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Untuk merespon tantangan ini guru harus terus  mengembangkan kapasitasnya sehingga mampu menyuasai digital soft skill dan  literate terhadap ICT (Information Communication Technology).

Dalam rangka meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalisme guru di SMK Negeri 1 Cugenang (Necza) khususnya dalam menggunakan teknologi ICT/TIK modern, Necza bekerjasama dengan Balai Tikomdik Disdik Provinsi Jawa Barat berupaya mengembangkan program pengembangan kapasitas guru dalam menguasai literasi digital dan teknologi melalui  Virtual Coordinator Training (VCT).

Virtual Coordinator Training (VCT) bertujuan untuk pengembangan kapasitas Kepala Sekolah, Pendidik dan Tenaga  Kependidikan dan siswa difasilitasi oleh platform online; khususnya, WebEx dirancang untuk e-learning dan meningkatkan pengetahuan. Ditunjang dengan instruktur yang sudak lulus mengikuti pelatihan serupa (VCI Batch 3 Bulan Maret 2019) yang diselenggarakan SEAMEO bekerja sama dengan Balai Tikomdik Disdik Provinsi Jawa Barat.

SMK Negeri 1 Cugenang menjalankan program ini dengan melatih dan memfasilitasi secara internal bagi Guru calon instruktur VCT sejak Maret 2019. Kegiatannya melibatkan semua tindakan promosi, pendaftaran, hosting / moderasi sesi, dan pembuatan sertifikat;

Hasil yang diharapkan dari VCT ini yaitu dapat memberikan dampak yang nyata kepada semua guru dalam meningkatkan kemampuan mengelola data digital, berkomunikasi dan kolaborasi dengan kumunitasnya berbasis ICT, pengelolaan pembelajaran online, dan akhirnya dapat meningkatkan kemampuan literasi digital dan ICT siswa dengan baik.


2.      TUJUAN
Necza Online Virtual Coordinator Program bertujuan untuk :
a.      Meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola meeting, teaching dan koordinasi online; khususnya melalui platform Konferensi Video berbasis Webex secara online (WebEx)
b.      Memperkenalkan seluruh proses kerja kelas online, serta untuk berbagi praktik terbaik bagian dari pelatihan online dalam bentuk program pembelajaran dan pelatihan.

3.      KONTEN PELATIHAN

Pelatihan disampaikan dengan cakupan berikut :

a.    Pengantar dari Disdik Provinsi Jabar ( Balai Tikomdik)
b.    Penggunaan platform Konferensi Video berbasis Webex secara online (WebEx) dalam pelatihan.
c.    Seluruh proses kerja dan praktik terbaik yang terlibat dalam melakukan dan menyelenggarakan sesi online. Topik pelatihan difokuskan pada ketrampilan mengelola pelatihan online.
d.    Rincian proses kegiatan secara singkat sebagai berikut:
1)     Promosi : Teknik mempromosikan kegiatan melalui persiapan material (Flyer digital  berisi pengumuman kegiatan dan detil narasi kegiatan), pendaftaran online dan mengkreasi room.
2)     Implementasi: Materi yang dibutuhkan, teknik membuka room webex, teknik mengelola webex, Penyediaan narasumber dan menjadi narasumber, menjadi host dan menjadi moderator sesi dalam jaringan serta presensi kegiatan online.
3)     Dokumentasi : Teknik merekam kegiatan, teknik mengupload ke youtube dan share ke sosial media.
4)     Guru yang memenuhi kualifikasi dan kelayakan akan berhak menerima Sertifikat sebagai Virtual Coordinator’s Training.


4.      HASIL YANG DIHARAPKAN

Pada akhir kegiatan Pelatihan, guru diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut :
a.      Guru akan dapat melaksanakan seluruh proses Training; termasuk mempromosikan kegiatan, membuat formulir pendaftaran online, menjadi host atau moderator serta menghasilkan e-sertifikat
b.      Peningkatan kapasitas peserta untuk berbagi pengetahuan/skill ICT
c.      Peserta yang memenuhi syarat akan menerima sertifikat Virtual Coordiantor Training




JADWAL KEGIATAN

HARI PERTAMA:
1.    Penjelasan VC
2.    Membuat Google Form dan Flyer
3.    Teknik menulis Narasi Kegiatan
4.    Cara mengkreasi Room Webex
5.    Mengenal Fitur Webex
6.    Melatih fitur webex utk host, presenter dan moderator

HARI KEDUA
1.    Membuat Presensi online melalui Zoho
2.    Merekam kegiatan webex dengan Fastone/DU recorder/SOM, dsb
3.    Upload video ke Youtube, share melalui youtube, shorten link (bit.ly, gg.gg) melalui sosmed

TUGAS

·         2 x Pesentasi Online, direkam (minimal 10 ppt, di-upload youtube dan linknya di laporkan ke panitia)
·         2 x sebagai Host (dibuktikan dengan softfile Presensi)
·         2 x sebagai Moderator (dibuktikan dengan softfile Presensi)


SERTIFIKAT

·         e-sertifikat
·         Diterbitkan BALAI TIKOMDIK Disdik provinsi Jabar


Cipanas, April 2019
Penulis


Undang Iman S., STP, M.M.Pd.
(Kepala SMKN 1 Cugenang)

VIRTUAL COORDINATOR TRAINING (VCT) - SEAMEO SEAMOLEC

 

  

Virtual Coordinator Training (VCT)

Oleh : UNDANG IMAN SANTOSA
            SMK Negeri 1 Cugenang, Kab. Cianjur


Menurut Priowirjanto (2013) Pembelajaran yang berbasis teknologi diselenggarakan dalam berbagai pola, yang pada dasarnya mengandalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi melalui audio/video, TV dan pembelajaran dengan menggunakan media computer dan internet. Pembelajaran dengan menggunakan media computer dan internet merupakan salah satu alternative yang sangat potensial, dimana kebutuhan pendidikan yang telah mengglobal menuntut adanya percepatan dan perluasan akses yang tak terbatas. Dengan konsep tersebut kedua pihak yakni penyelenggara dan peserta memperoleh kemudahan antar peserta dapat berbagi dan berkolaborasi dalam penyelesaian tugas maupun belajar bersama,serta dapat mengakses informasi tekait materi pembelajaran dari penyelenggara. Semua hal tersebut dapat dilakukan tanpa harus memperhatikan ketersediaan tempat pelaksanaan pelatihan dan waktu yang tersedia,karena waktu untuk pelatihan online selalu dibuat fleksibel.

Model peningkatan kapasitas dan kemampuan guru abad 21 yang merupakan era digital harus disesuaikan dengan kondisi kekinian, yaitu bersentuhan dengan dunia digital. Untuk itulah SEAMEO (Organisasi Kementerian Pendidikan se-Asia Tenggara) mencetuskan inovasi pelatihan bagi guru bernama Virtual Coordinator Training biasa disingkat VCTPelatihan ini bersifat Daring (online) menggunakan model video conference berbasis aplikasi Webex. Pelatihan ini bertujuan agar guru mampu terlibat dalam pelatihan guru berbasis online, baik sebagai narasumber, moderator dan host

Alur Virtual Coordinator Training (Seamolec)

Tahapan pelatihan VCT secara singkat meliputi :
1.        Peserta diberikan materi singkat mengenai program peningkatan kapasitas guru
2.        Peserta diberikan materi mengenai pengoperasian Sisco Webex, sebagai platform yang digunakan dalam pelatihan VCT.
3.        Peserta diberikan juga materi-materi pengaya, seperti misalnya google form, google drive, aplikasi recording, aplikasi membuat flyer, power point, pengelolaan akun youtube, shorten link.
4.        Peserta mulai melaksanakan tugas, yaitu: 2 kali sebagai Narasumber, 2 kali sebagai Moderator, dan 2 kali sebagai Host.
5.        Penerbitan sertifikat
6.        Peserta pelatihan VCT yang lulus diharapkan menimplementasikan di sekolahnya, MGMP, komunitas guru, Seminar online, dan pengembangan diri lainnya.

Kamis, 25 April 2019

PENGAMALAN INDAH MENGIKUTI VCT BATCH 3

Pengalaman Mengikuti Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 3
Oleh : Undang Iman Santosa
SMK Negeri 1 Cugenang, Kab. Cianjur

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pengalaman saya  mengikuti kegiatan VCT yang diadakan oleh SEAMEO (South East Asia Minister of Edication Organization). Awalnya saya diberi informasi melalui surat undangan VCT dari Disdik Provinsi Jawa Barat.   Walaupun diprioritaskan undangan VCT ini untuk guru, tetapi saya sebagai Kepala Sekolah SMK selalu tertantang dengan hal-hal yang up to date terutama aplikasi teknologi digital untuk memajukan pendidikan dan apalagi penyelenggaranya SEAMEO/SEAMOLEC yang sudah saya kenal lama melalui inovasi-inovasinya dalam pengembangan bahan ajar berbasis digital, penerapan  teknologi  digital dalam e-learning, seminar online, pendidikan jarak jauh, dsb. Saya juga berprinsip bahwa Kepala Sekolah harus lebih melek digital dan menjadi role model dalam penerapan literasi informasi digital di Sekolah.


Saya mendaftar VCT Batch 3 secara online dan kemudian dimasukkan ke grup WA  kelompok VCI 76 Jabar 8 Class 7 Jawa Barat yang berjumlah 25 peserta. Instruktur grup ini adalah Ibu Funikawati. Saya mulai aktif di grup WA dengan menyimak diskusi-diskusi kecil melalui chating-an teman-teman baru. Walaupun belum kenal dan bertatap muka, tetapi karena memiliki semangat dan tujuan yang sama ingin belajar VCT maka kami langsung akrab saling bertanya dan berdiskusi dengan di bantu instruktur yang baik dan hebat. Kami mulai belajar dasar-dasar vicon berbasis webex. Walaupun tetap masih binngung dan masih pesimis terhadap VCT ini. Malahan sudah mulai ada yang left dari grup WA, hal ini bagi sebagian teman di grup membuat mereka down, galau untuk melanjutkan partisipasi di VCT padahal baru mulai. Tetapi buat saya ini tantangan dan semakin memotivasi untuk bertahan.

Pada awal kegiatan dibuka dengan Vicon penjelasan umum oleh Pa Gatot (Ketua Penyelenggara VCI). Alhamdulillah dengan penjelasan pa gatot saya mulai memahami alur dan strategi kegitan VCT. Pada tahap selanjutnya saya mulai mendaftar untuk penjadwalan tugas sebagai Host, Presenter dan Moderator. Selanjutnya saya mencoba dan belajar dengan bantuan teman dan instruktur untuk menjadi host, melatih share link presensi, mencoba share screen, menyiapkan bahan presentasi, mendisain Flyer, menyusun Narasi menarik, recording, membuat presensi online, upload youtube dan, shorthen link.

Pada tugas petama masih merasa kesulitan  dan belum percaya diri dan ditambah kualitas jaringan internet tidak konsisten. Sehingga tugas sebagai narasumber dilaksanakan belum secara optimal, tetapi pada tugas kedua alhamdulillah semakin menarik dan bersemangat dan tugas dapat dilaksanakan dengan mantap dan lancar. Saya merasakan VCT merupakan ilmu  b aru, teknologi aplikatif yang menarik dan sangat penting diterapkan di sekolah untuk me-manage guru tendik dan administrasi sekolah lainnya secara digital.

Alhamdulillah setelah bekerja keras meluangkan waktu, belajar dan bersinergi dengan instruktur dan teman-teman satu grup, akhirnya atas ijin Alloh SWT saya berhasil menyelesaikan VCT selama kurang lebih 2 minggu (4-16 Maret 2019), diakhiri dengan terbitnya sertifikat pelatihan VCT dari Seamolec.

Sesuai komitmen dan tekad saya untuk mengaflikasikan hasil VCT ini di sekolah pada akhir maret 2019 saya mulai mensosialisasikan kepada warga SMK Negeri 1 Cugenang Kab. Cianjur tentang VCT. Walaupun dengan pengetahuan VCT yang masih belum cukup tapi saya ingin segera mengamalkan ilmu yang baru di dapat dari hasil VCT, khususnya pada guru – guru kami. Saya membentuk panitia kegiatan VCT di sekolah kami dan bekerja sama dengan Tikomdik Disdik Prov. Jabar untuk memberi pelatihan calon instruktur VCT.

Setelah memiliki kesiapan instruktur dan Staf Administrasi pendukung VCT, maka pda 2 April 2019 kami memulai kegiatan VCT di tingkat SMKN 1 Cugenang. Kegiatan dimulai penjelasan umum selama 2 hari menghadirkan secara online Pa Abur sebagai Narasumber dari Tikomdik. Guru-guru kami mengikuti kegiatan ini dengan penuh  semangat, kompak dan antusias. Walaupun dalam perjalanannya banyak hambatan terutama keterbatasan fasilitas dan kesibukan guru menjalankan tugas sekolah, tetapi alhamdulilah kegiataan VCT dapat diselesaikan. VCT di sekolah kami berakhir 20 April 2019. Penerbitan sertifikat  bekerja sama dengan Tikomdik Disdik Prov, Jabar.

Terima kasih Disdik, Seamolec, teman-teman VCT dan instruktur-intruktur yang hebat. Jazakumulloh khoiron katshiro.

Cianjur, 17 April 2019
Penulis

  KONSEP BUDAYA KERJA INDUSTRI BAGI LULUSAN SMK Oleh: Undang Iman Santosa *) *) Kepa...